Iklan
Pratinjau Pertandingan

Benfica vs Celtic 4-1 | Laporan Pertandingan Liga Europa Babak 2

Benfica dan Celtic bertanding di Estádio do Sport Lisboa e Benfica (da Luz) pada fase liga UEFA Europa League, dan bentuk pertandingan menjelaskan skor akhir jauh lebih baik daripada angka semata. Celtic tertinggal dari 4-1 dan spends sisa malam usaha untuk membalikkan keadaan. Titik balik terjadi pada menit 5, ketika Jhon Durán mengonversi penalti, dan seluruh laga yang menyusul berlangsung dalam lanskap baru tersebut. Benfica menang 4-1 dan membawa pulang poinnya. Suporter 58870 memenuhi stadion Estádio do Sport Lisboa e Benfica (da Luz), dan kebisingan itu tak pernah benar-benar reda bagi para pemain. Kedua tim tidak arrive dalam kondisi terbaik: lima hasil terakhir menunjukkan M M M K M untuk Benfica dan M K K K M untuk Celtic, dan kedua skuad itu tahu berapa besar harga yang harus dibayar jika melakukan kesalahan.

Fakta pertandingan

  • Tanggal: 15.10.2026
  • Kick-off: 19:00 UTC
  • Stadion: Estádio do Sport Lisboa e Benfica (da Luz), Lisboa, Portugal (68100)
  • Penonton: 58870
  • Wasit: Nikola Dabanović (Montenegro)
  • Kompetisi: UEFA Europa League 2026/2027 – babak 2
  • Susunan pemain: Benfica (4-2-3-1, Pelatih: Marco Silva) / Celtic (4-2-3-1, Pelatih: Martin O’Neill)
  • Pencetak gol: Jhon Durán 5′ (Benfica); Alexander Bah 23′ (Benfica); Jhon Durán 36′ (Benfica); Camilo Durán 63′ (Celtic); Vangelis Pavlidis 89′ (Benfica)

Benfica menurunkan Anatoliy Trubin, Alexander Bah, Tomás Araújo, Clément Lenglet, Samuel Dahl, Fredrik Aursnes, João Palhinha, Dodi Lukébakio, Georgiy Sudakov, Gianluca Prestianni, Jhon Durán dengan formasi 4-2-3-1, sementara Celtic menjawab dengan Viljami Sinisalo, Colby Donovan, Dane Murray, Auston Trusty, Kieran Tierney, Callum McGregor, Mika Baur, Camilo Durán, Oliver Sørensen, Sebastian Tounekti, Kasper Waarts Høgh dalam formasi 4-2-3-1. Marco Silva dan Martin O’Neill memimpin tim masing-masing dari sisi lapangan, dan keduanya memiliki rencana untuk satu jam pertama yang ingin dipertahankan utuh.

Gol dan momen kunci

Detail gol, menit, dan pencetak gol adalah bagian rekor yang membedakan satu malam dari malam lainnya. Pada menit ke-5, Jhon Durán mengonversi penalti, dan tak ada yang bisa dilakukan terhadap 1-0. Itu adalah peluang bernilai 0.79 expected goal, dan justru itulah sebabnya peluang itu layak diambil. Tembakan itu mengubah suasana malam: sejak saat itu Benfica bisa bermain untuk mencari serangan balik, sedangkan Celtic harus mengambil risiko di ruang-ruang yang terbuka. Menit 23′: Alexander Bah tendangan dengan kualitas tinggi, Gianluca Prestianni membantu menyelesaikan gol, dan hampir seketika skor menjadi 2-0. Peluang itu sendiri membawa bobot0.5 expected goal, dan kiper tidak punya jawaban untuknya. Gol pembuka malam itu datang pada menit ke-36, ketika Jhon Durán mencetak gol bersih untuk skor 3-0. Kiper kemudian bisa mengatakan bahwa peluang itu bernilai 0.1, dan itulah ukuran paling kejam. Camilo Durán mencetak gol bersih pada menit ke-63, Haissem Hassan meng supplying umpan, dan papan skor menunjukkan 3-1. Singkatnya, peluang itu bernilai 0.25 expected goal, dan penyelesaiannya lebih baik daripada situasi yang seharusnya. Menit 89′: Vangelis Pavlidis mencetak gol bersih, Tomás Araújo membantu menyelesaikan gol, dan hampir seketika skor menjadi 4-1. Tidak banyak yang dibutuhkan untuk jatuh pada 0.2 expected goal, tetapi eksekusi dalam penyelesaiannya nyaris sempurna. Namun, tidak setiap peluang awal berhasil diambil, dan peluang-peluang yang terlewat juga punya ceritanya sendiri. secara keseluruhan, gol-gol tersebut memberi malam ini bentuknya sendiri yang tidak pernah dijelaskan hanya oleh skor akhir.

Iklan

Pembacaan taktik

“Benfica memulai dengan formasi 4-2-3-1 di bawah -Marco Silva, sedangkan Celtic menjawab dengan formasi 4-2-3-1 di bawah Martin O’Neill, dan kedua susunan itu menentukan sebagian besar kejadian di lapangan.” “Kedua manajer tidak bersedia menyerahkan ruang tengah secara cuma-cuma, dan jalannya permainan mengikuti penolakan tersebut.” Tidak ada satu punpelatih yang bersedia menyerahkan area tengah secara cuma-cuma, dan bentuk permainan mengikuti penolakan tersebut. Sistem 4-2-3-1 milik Benfica lebih tajam, sedangkan 4-2-3-1 milik Celtic terlalu lama tanpa possesses bola. Benficapressing tinggi danmerebut bola kedua, sehingga Celtic tidak mampu membangun serangan dari belakang dan terpaksa melakukan umpan yang Prospek. Lebar lapangan merugikan Celtic, yang terus mencoba menyerang lewat sisi yang sama dan selalu dihentikan. Transisi menjadi kunci: Benfica mengumnitkan bola dengan cepat, sedangkan Celtic tidak mampu. “Pembicaraan taktis antara kedua bench sama pentingnya dengan pergerakan bola itu sendiri sepanjang malam.”

Perbandingan statistik

Gambaran statistiknya samaboehmRK revealed dengan skor akhir itu sendiri. Benfica mencoba 26 tembakan ke gawang Celtic yang membalas dengan 14, dengan 7 yang mengarah tepat ke gawang dan 7 yang likewise/on target? Angka-angka yang menentukan hasil pertandingan jarang kali menceritakan keseluruhan cerita, tetapi mempersempit perdebatan hingga area yang sangat kecil. “Penguasaan bola berakhir di angka 53 persen untuk Benfica, berbanding 47 persen untuk Celtic, dan perlu dicatat tim mana yang benar-benar memanfaatkannya.” Nilai xG menunjukkan cerita yang lebih tajam: 3.18 untuk Benfica, 1.36 untuk Celtic. Benfica obtaining 8 tendangan sudut compared to Celtic’s 6, dan sebagian besar peluang dari bola mati berasal dari sana. Benfica menyelesaikan 526 dari 576 umpan, berbanding 455 dari 509 umpan untuk Celtic, sebuah selisih yang menunjukkan betapa berbeda kedua tim meng circulate bola. Pelanggaran dilakukan sebanyak 9 kali oleh Benfica dan 7 kali oleh Celtic, dengan jumlah kartu merah resmi masing-masing 0 dan 0. Para penjaga gawang masing-masing membuat 6 dan 3 saves, dan pada malam seperti ini pekerjaan itulah yang menentukan bagaimana hasil akhir diingat. Duel-builderaren berakhir 37 banding 37, yang biasanya merupakan indikator paling jelas mengenai siapa yang siap berjuang keras untukmerebut bola. T tackles berhasil dilakukan Benfica sebanyak 15 kali dan Celtic sebanyak 14 kali, dan duel-duel yang menyusul Strengtheningkan cerita yang sama seperti Liability sepanjang malam. Benficaetan menghasilkan 21 tembakan dari dalam area penalti, dibandingkan dengan 12 tembakan untuk Celtic, dan ini merupakan indikator tunggal paling jelas mengenai di mana pertandingan sebenarnya berlangsung.

Kartu dan substitusi

Disiplin dan pergantian pemain lebih membentuk Babak Kedua daripada yang terlihat dari skor. Benfica mengumpulkan 3 kartu kuning dan Celtic 0, dengan Samuel Dahl (44′), Alexander Bah (69′), João Palhinha (85′) termasuk dalam pemain yang receives kartu. Jumlah kartu kuning 3 secara keseluruhan membuat wasit harus mengelola pertandingan yang semakin Keras di sekitar garis tengah. Kedua pelatih melakukan perubahan pemain: 5 oleh Benfica dan 5 oleh Celtic, dengan pergantian terakhir malam ini dilakukan pada menit ke-80. Suasana emosional malam itu naik dan turun mengikuti tantangan serta keputusan yang diambil kedua bangku. Nikola Dabanović memimpin pertandingan dan menjalankan malam yang relatif mudah menurut standar kompetisi ini.

Pemain terbaik pertandingan

Performa individu memisahkan kedua tim sepanjangAliases sembilan puluh menit penuh. Gianluca Prestianni dari Benfica terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan dengan penilaian 9.4, dan setiap sentuhan penting yang ia lakukan membawa namanya. Di Benfica, pemain dengan penilaian individu terbaik adalah Gianluca Prestianni (9.38). Di Celtic, pemain dengan penilaian individu terbaik adalah Camilo Durán (7.93). Performa terbaik kedua tim sangat berbeda, dan itu sebabnya hasil akhir tidak pernah terasa lebih mudah daripada kenyataannya. Kiper juga layak mendapat band’singan: Anatoliy Trubin melakukan 6 saving untuk Benfica, sementara Viljami Sinisalo mencatat 3 untuk Celtic. Di antara kedua skuad, penilaian individu tertinggi adalah Gianluca Prestianni (9.38), Jhon Durán (9.05), Camilo Durán (7.93), Haissem Hassan (7.43).

Arti hasil bagi fase liga

Benfica dengan 6 poin dari 2 pertandingan, berada di posisi 3 dengan selisih gol +5 dan Celtic dengan 0 poin dari 2 pertandingan, berada di posisi 34 dengan selisih gol -5. Benfica tiba dengan M M M K M dalam lima laga terakhir dan Celtic dengan M K K K M, sehingga hasil ini sesuai dengan performa yang sedang they’ve beiden tim tempfile. Untuk Benfica, tiga poin sudah aman dan grup ini sedikit lebih dekat menuju kepastian; sedangkan untuk Celtic, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan|widthi defeat ini memperjelas kenyataan tersebut. Angka-angka tidak dapat menunjukkan combien kerasnya hasil itu diperjuangkan, nor seberapa berbeda kedua tim akan mengingatnya. Kedua kamp akan merasa belum puas dengan hasil imbang, dan bagi mereka beiden, putaran berikutnya terasa sedikit lebih berat dibandingkan kemarin.

Tinggalkan Balasan

Iklan