Iklan
Pratinjau Pertandingan

Union St.Gilloise vs Hapoel Beer Sheva 4-0 | Laporan Pertandingan Liga Europa Babak 3

Union St.Gilloise dan Hapoel Beer Sheva bertanding di Merkur Spiel-Arena pada fase liga UEFA Europa League, dan bentuk pertandingan menjelaskan skor akhir jauh lebih baik daripada angka semata. Hapoel Beer Sheva tertinggal dari 4-0 dan spends sisa malam usaha untuk membalikkan keadaan. Titik balik terjadi pada menit 45+1, ketika Raul Florucz mengonversi penalti, dan seluruh laga yang menyusul berlangsung dalam lanskap baru tersebut. Union St.Gilloise menang 4-0 dan membawa pulang poinnya. Suporter 40 memenuhi stadion Merkur Spiel-Arena, dan kebisingan itu tak pernah benar-benar reda bagi para pemain. Kedua tim tidak arrive dalam kondisi terbaik: lima hasil terakhir menunjukkan M M S S M untuk Union St.Gilloise dan S M M K M untuk Hapoel Beer Sheva, dan kedua skuad itu tahu berapa besar harga yang harus dibayar jika melakukan kesalahan.

Fakta pertandingan

  • Tanggal: 22.10.2026
  • Kick-off: 16:45 UTC
  • Stadion: Merkur Spiel-Arena, Düsseldorf, Germany (54600)
  • Penonton: 40
  • Wasit: Mykola Balakin (Ukraine)
  • Kompetisi: UEFA Europa League 2026/2027 – babak 3
  • Susunan pemain: Union St.Gilloise (3-1-4-2, Pelatih: David Hubert) / Hapoel Beer Sheva (4-3-3, Pelatih: Ran Kozuch)
  • Pencetak gol: Raul Florucz 45+1′ (Union St.Gilloise); Guilherme Smith 61′ (Union St.Gilloise); Dylan Aquino 77′ (Union St.Gilloise); Guilherme Smith 81′ (Union St.Gilloise)

Union St.Gilloise menurunkan Hervé Koffi, Nohim Chibani, Massiré Sylla, Nikki Havenaar, Kamiel van de Perre, Louis Patris, Darius Olaru, Besfort Zeneli, Guilherme Smith, Mateo Biondic, Relebohile Mofokeng dengan formasi 3-1-4-2, sementara Hapoel Beer Sheva menjawab dengan Ofir Marciano, Guy Mizrahi, Miguel Vítor, Itay Rotman, Pedro Amador, Forson Amankwah, Niv Yehoshua, Eliel Peretz, Javon East, Igor Zlatanović, Zahi Ahmed dalam formasi 4-3-3. David Hubert dan Ran Kozuch memimpin tim masing-masing dari sisi lapangan, dan keduanya memiliki rencana untuk satu jam pertama yang ingin dipertahankan utuh.

Gol dan momen kunci

Detail gol, menit, dan pencetak gol adalah bagian rekor yang membedakan satu malam dari malam lainnya. Pada menit ke-45+1, Raul Florucz mengonversi penalti, dan tak ada yang bisa dilakukan terhadap 1-0. Itu adalah peluang bernilai 0.79 expected goal, dan justru itulah sebabnya peluang itu layak diambil. Tembakan itu mengubah suasana malam: sejak saat itu Union St.Gilloise bisa bermain untuk mencari serangan balik, sedangkan Hapoel Beer Sheva harus mengambil risiko di ruang-ruang yang terbuka. Menit 61′: Guilherme Smith mencetak gol bersih, Relebohile Mofokeng membantu menyelesaikan gol, dan hampir seketika skor menjadi 2-0. Peluang itu sendiri membawa bobot0.06 expected goal, dan kiper tidak punya jawaban untuknya. Gol pembuka malam itu tiba pada menit ke-77, ketika Dylan Aquino mencetak gol bersih untuk membuat skor 3-0. Kiper kemudian bisa mengatakan bahwa peluang itu bernilai 0.19, dan itulah ukuran paling kejam. Guilherme Smith mencetak gol bersih pada menit ke-81, Denzel De Roeve meng supplying umpan, dan papan skor menunjukkan 4-0. Singkatnya, peluang itu bernilai 0.15 expected goal, dan penyelesaiannya lebih baik daripada situasi yang seharusnya. Namun, tidak setiap peluang awal berhasil diambil, dan peluang-peluang yang terlewat juga punya ceritanya sendiri. secara keseluruhan, gol-gol tersebut memberi malam ini bentuknya sendiri yang tidak pernah dijelaskan hanya oleh skor akhir.

Iklan

Pembacaan taktik

“Union St.Gilloise memulai dengan formasi 3-1-4-2 di bawah -David Hubert, sedangkan Hapoel Beer Sheva menjawab dengan formasi 4-3-3 di bawah Ran Kozuch, dan kedua susunan itu menentukan sebagian besar kejadian di lapangan.” “Kedua manajer tidak bersedia menyerahkan ruang tengah secara cuma-cuma, dan jalannya permainan mengikuti penolakan tersebut.” Tidak ada satu punpelatih yang bersedia menyerahkan area tengah secara cuma-cuma, dan bentuk permainan mengikuti penolakan tersebut. Sistem 3-1-4-2 milik Union St.Gilloise lebih tajam, sedangkan 4-3-3 milik Hapoel Beer Sheva terlalu lama tanpa possesses bola. Union St.Gilloisepressing tinggi danmerebut bola kedua, sehingga Hapoel Beer Sheva tidak mampu membangun serangan dari belakang dan terpaksa melakukan umpan yang Prospek. Lebar lapangan merugikan Hapoel Beer Sheva, yang terus mencoba menyerang lewat sisi yang sama dan selalu dihentikan. Transisi menjadi kunci: Union St.Gilloise mengumnitkan bola dengan cepat, sedangkan Hapoel Beer Sheva tidak mampu. “Pembicaraan taktis antara kedua bench sama pentingnya dengan pergerakan bola itu sendiri sepanjang malam.”

Perbandingan statistik

Gambaran statistiknya samaboehmRK revealed dengan skor akhir itu sendiri. Nilai xG menunjukkan cerita yang lebih tajam: 2.66 untuk Union St.Gilloise, 0.59 untuk Hapoel Beer Sheva. “Penguasaan bola berakhir di angka 51 persen untuk Union St.Gilloise, berbanding 49 persen untuk Hapoel Beer Sheva, dan perlu dicatat tim mana yang benar-benar memanfaatkannya.” Angka-angka yang menentukan hasil pertandingan jarang kali menceritakan keseluruhan cerita, tetapi mempersempit perdebatan hingga area yang sangat kecil. Union St.Gilloise mencoba 29 tembakan ke gawang Hapoel Beer Sheva yang membalas dengan 6, dengan 15 yang mengarah tepat ke gawang dan 4 yang likewise/on target? Union St.Gilloise obtaining 4 tendangan sudut compared to Hapoel Beer Sheva’s 0, dan sebagian besar peluang dari bola mati berasal dari sana. Union St.Gilloise menyelesaikan 394 dari 501 umpan, berbanding 407 dari 500 umpan untuk Hapoel Beer Sheva, sebuah selisih yang menunjukkan betapa berbeda kedua tim meng circulate bola. Pelanggaran dilakukan sebanyak 6 kali oleh Union St.Gilloise dan 13 kali oleh Hapoel Beer Sheva, dengan jumlah kartu merah resmi masing-masing 0 dan 0. Para penjaga gawang masing-masing membuat 4 dan 11 saves, dan pada malam seperti ini pekerjaan itulah yang menentukan bagaimana hasil akhir diingat. Duel-builderaren berakhir 60 banding 63, yang biasanya merupakan indikator paling jelas mengenai siapa yang siap berjuang keras untukmerebut bola. T tackles berhasil dilakukan Union St.Gilloise sebanyak 23 kali dan Hapoel Beer Sheva sebanyak 29 kali, dan duel-duel yang menyusul Strengtheningkan cerita yang sama seperti Liability sepanjang malam. Union St.Gilloiseetan menghasilkan 21 tembakan dari dalam area penalti, dibandingkan dengan 6 tembakan untuk Hapoel Beer Sheva, dan ini merupakan indikator tunggal paling jelas mengenai di mana pertandingan sebenarnya berlangsung.

Kartu dan substitusi

Disiplin dan pergantian pemain lebih membentuk Babak Kedua daripada yang terlihat dari skor. Union St.Gilloise mengumpulkan 2 kartu kuning dan Hapoel Beer Sheva 3, dengan Nohim Chibani (20′), Niv Yehoshua (25′), Zahi Ahmed (45+6′) termasuk dalam pemain yang receives kartu. Jumlah kartu kuning 5 secara keseluruhan membuat wasit harus mengelola pertandingan yang semakin Keras di sekitar garis tengah. Kedua pelatih melakukan perubahan pemain: 5 oleh Union St.Gilloise dan 5 oleh Hapoel Beer Sheva, dengan pergantian terakhir malam ini dilakukan pada menit ke-79. Suasana emosional malam itu naik dan turun mengikuti tantangan serta keputusan yang diambil kedua bangku. Mykola Balakin mengambil alih kendali pertandingan dan memantau ketat jalannya laga yang semakin kacau di中场AliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAliasAlias

Pemain terbaik pertandingan

Performa individu memisahkan kedua tim sepanjangAliases sembilan puluh menit penuh. Guilherme Smith dari Union St.Gilloise terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan dengan penilaian 9.5, dan setiap sentuhan penting yang ia lakukan membawa namanya. Di Union St.Gilloise, pemain dengan penilaian individu terbaik adalah Guilherme Smith (9.47). Di Hapoel Beer Sheva, pemain dengan penilaian individu terbaik adalah Miguel Vítor (7.62). Performa terbaik kedua tim sangat berbeda, dan itu sebabnya hasil akhir tidak pernah terasa lebih mudah daripada kenyataannya. Kiper juga layak mendapat band’singan: Hervé Koffi melakukan 4 saving untuk Union St.Gilloise, sementara Ofir Marciano mencatat 11 untuk Hapoel Beer Sheva. Di antara kedua skuad, penilaian individu tertinggi adalah Guilherme Smith (9.47), Besfort Zeneli (8.48), Miguel Vítor (7.62), Guy Mizrahi (7.44).

Arti hasil bagi fase liga

Union St.Gilloise dengan 7 poin dari 3 pertandingan, berada di posisi 6 dengan selisih gol +7 dan Hapoel Beer Sheva dengan 1 poin dari 3 pertandingan, berada di posisi 30 dengan selisih gol -5. Union St.Gilloise tiba dengan M M S S M dalam lima laga terakhir dan Hapoel Beer Sheva dengan S M M K M, sehingga hasil ini sesuai dengan performa yang sedang they’ve beiden tim tempfile. Untuk Union St.Gilloise, tiga poin sudah aman dan grup ini sedikit lebih dekat menuju kepastian; sedangkan untuk Hapoel Beer Sheva, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan|widthi defeat ini memperjelas kenyataan tersebut. Angka-angka tidak dapat menunjukkan combien kerasnya hasil itu diperjuangkan, nor seberapa berbeda kedua tim akan mengingatnya. Kedua kamp akan merasa belum puas dengan hasil imbang, dan bagi mereka beiden, putaran berikutnya terasa sedikit lebih berat dibandingkan kemarin.

Tinggalkan Balasan

Iklan