Pratinjau Pertandingan

Messi Cetak Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Masa di Piala Dunia, Argentina Tundukkan Austria 2-0 di Dallas

DALLAS — Stadion di Texas menjadi panggung sejarah pada lanjutan Grup putaran awal Piala Dunia 2026 ketika Lionel Messi memimpin Argentina meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Austria. Bukan sekadar tiga poin, laga ini menandai sebuah rekor yang mungkin tak akan pernah terpecahkan dalam waktu dekat: Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen final Piala Dunia pria.

Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina memang tampil sebagai favorit. Namun Austria bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Mereka datang dengan organisasi pertahanan yang rapi, mencoba menutup ruang gerak Messi dan mengandalkan serangan balik cepat. Skuat asuhan Ralf Rangnick itu terkenal disiplin dan sulit ditembus, sesuatu yang sudah sering dibuktikan di laga-laga kualifikasi. Babak pertama berjalan ketat, dengan kedua tim saling bergantian mengancam.

Gol pembuka akhirnya datang di babak kedua melalui aksi yang sudah menjadi ciri khas Messi selama hampir dua dekade: menerima bola di area полуspaces, melihat celah kecil di antara dua bek, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang terarah dengan tenang. Gol itu bukan hanya memecah kebuntuan, tetapi juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di putaran final Piala Dunia, melewati torehan legenda Brasil, Rivelino, untuk gol-gol yang dicetak dari luar kotak penalti. Catatan itu sendiri menambah panjang daftar rekor pribadi La Pulga di turnamen empat tahunan ini.

Tak butuh waktu lama bagi Messi untuk menambah koleksi golnya. Beberapa menit setelah gol pertama, ia kembali menusuk dari sisi kiri pertahanan Austria. Kerja sama apik dengan Julián Álvarez memecah lini belakang, dan Messi dengan dingin menceploskan bola ke gawang untuk mengubah skor menjadi 2-0. Stadion meledak — sebagian besar suporter yang hadir adalah pendukung Argentina dan komunitas Amerika Latin yang tinggal di Texas, sementara fans Messi dari seluruh dunia menyaksikan lewat layar kaca. Dengan dua gol itu, Messi resmi berdiri sendiri di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia, sebuah pencapaian yang menempatkan namanya sejajar dengan para pendiri turnamen.

Kemenangan ini juga terasa manis karena menambah catatan kemenangan Argentina di Piala Dunia menjadi 50 kali — angka yang jarang bahkan untuk tim sebesar La Albiceleste. Sebuah tonggak yang mereka capai di laga yang tepat, di panggung yang tepat, dengan kapten yang tepat. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti karier Messi sejak era Barcelona, pemandangan ini adalah pengingat mengapa pesepak bola kelahiran Rosario ini sering disejajarkan dengan Diego Maradona dan bahkan Pelé dalam perdebatan siapa GOAT sejati.

Pelatih Lionel Scaloni tampak puas di ruang pers seusai pertandingan. Ia menyebut rekor Messi bukan hal yang mengejutkan mengingat konsistensi sang kapten selama bertahun-tahun, namun mengakui momen ini tetap emosional bagi seluruh skuad. Scaloni juga menyinggung bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting menjelang laga-laga berikutnya di fase grup, di mana Argentina ditunggu lawan-lawan yang tidak kalah beratnya.

Di kubu Austria, kekalahan ini bukan akhir dari segalanya. Mereka masih memiliki peluang untuk lolos dari grup melalui pertandingan-pertandingan berikutnya, namun harus segera memperbaiki lini pertahanan yang dua kali kecolongan oleh individu sekaliber Messi. Rangnick menyebut timnya bermain cukup baik di banyak momen, tetapi mengakui bahwa kesalahan kecil di level tertinggi dihukum dengan sangat keras.

Laga ini juga menjadi sorotan dari sisi lain catatan sejarah: hampir tidak ada pemain yang berhasil mempertahankan konsistensi mencetak gol di Piala Dunia selama Messi. Ia sudah mencetak gol di lima edisi berbeda turnamen, sebuah rekor tersendiri. Dari debutnya di Piala Dunia 2006 di Jerman, hingga penampilan di Korea Selatan/Jepang 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, dan sekarang Amerika Serikat/Kanada/Meksiko 2026, gol-golnya selalu datang di momen-momen krusial.

Bagi publik Asia Tenggara, khususnya Indonesia, penampilan Messi tetap menjadi magnet. Banyak fans Tanah Air yang rela begadang demi menyaksikan aksi idolanya, sebagaimana yang terjadi di laga-laga Copa America dan turnamen lainnya. Catatan rekor ini dipastikan akan menjadi bahasan hangat di warung kopi, grup media sosial, hingga diskusi penggemar klub-klub Liga 1 Indonesia yang memiliki ikatan emosional tersendiri dengan bintang-bintang sepak bola dunia.

Dengan kemenangan ini, Argentina memantapkan posisi di puncak klasemen grup dan mengirim pesan tegas kepada seluruh pesaing: meski status mereka sebagai juara bertahan Qatar 2022 selalu menjadi beban ekspektasi, La Albiceleste tetaplah tim yang harus ditakuti. Messi, dengan dua golnya di Dallas, baru saja mengingatkan dunia mengapa ia layak disebut yang terbaik. Dan selama ia masih bermain, setiap laga Argentina di Piala Dunia 2026 akan menjadi tontonan wajib.


Kaynaklar / Sources:
1. [The Guardian Football](https://www.theguardian.com)
2. [Opta Analyst](https://theanalyst.com)
3. [Al Jazeera](https://www.aljazeera.com)
4. [irishsun.com](https://www.irishsun.com)

Kaynaklar: The Guardian Football · GN: WC2026 Player Stats Goals · GN: Austria WC2026 · GN: Inter Milan WC2026