Gol pembuka Serge Gnabry di menit ke-23 menjadi pembuka puasa golnya sejak September 2024, mengakhiri rentetan 12 pertandingan tanpa torehan gol untuk Die Mannschaft. Namun, drama sebenarnya baru dimulai ketika Bayern Munich milik Gnabry menunjukkan kelas mereka di laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026.
Pantai Gading, yang diperkuat bintang Bundesliga Sébastien Haller, menghidupkan harapan mereka setelah Gnabry membuka skor. Haller, yang bermain untuk Borussia Dortmund pada 2021-2023, menyamakan kedudukan di babak pertama dan sempat membuat pertahanan Jerman kelimpahan. Striker berusia 31 tahun itu memiliki rekor impresif melawan tim Eropa, dengan delapan gol dari 12 pertandingannya menghadapi negara-negara benua biru dalam kompetisi besar.
Namun, Jerman yang dikenal dengan mentalitas baja mereka tidak gentar. Tekanan intensif di babak kedua membuahkan hasil ketika bek kiri David Raum, yang baru bergabung dengan Borussia Dortmund pada Januari 2026, menjadi protagonista dengan memberikan assist berbahaya dari sisi kiri pertahanan Pantai Gading.
Di Indonesia, pertandingan ini menarik perhatian besar. Aplikasi streaming bola dan platform media sosial menjadi ladang diskusi panas di kalangan penggemar bola Indonesia. Tagar JermanPantaiGading bahkan sempat masuk trending topic di X Indonesia, menunjukkan betapa besar minat publik Indonesia terhadap aksi Die Mannschaft di turnamen akbar ini.
Jerman sendiri memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dengan empat gelar juara (1954, 1974, 1990, 2014). Striker Kai Havertz, yang menjadi kapten timnas Jerman untuk pertama kalinya dalamturnamen besar, menekankan pentingnya memulai dengan baik di kompetisi yang sekarang mempertandingkan 48 tim peserta. “Kami tahu Pantai Gading tidak akan mudah ditaklukkan. Mereka memiliki pengalaman besar dan pemain-pemain berkualitas di liga-liga top Eropa,” kata Havertz dalam wawancara pasca-pertandingan.
Pelatih Hansi Flick, yang memimpin Jerman sejak 2023, memuji semangat pantang menyerah anak asuhnya. “Tim menunjukkan karakter yang luar biasa hari ini. Mengalami kebuntuan di awal babak kedua, tapi pemain tidak pernah berhenti berusaha. Itu yang membedakan Jerman,” tegas Flick dalam jumpa pers di Indianapolis, lokasi venue pertandingan Grup E.
Statistik dari Opta menunjukkan Jerman menguasai 58% penguasaan bola sepanjang pertandingan dengan total 14 percobaan tendangan, empat di antaranya mengarah ke gawang. Pantai Gading sendiri mencatatkan 11 percobaan tendangan dengan tiga tepat sasaran, menunjukkan bahwa Les Éléphants tidak datang untuk sekadar menjadi对手.
Bagi penggemar Indonesia, penampilan Jerman ini memberikan angin segar untuk prediksi mereka. Aplikasi prediksi bola dan forum diskusi menunjukkan bahwa sekitar 67% voters mendukung Jerman lolos dari Grup E, yang juga يضم lawan tangguh lainnya di turnamen ini.
Dengan kemenangan ini, Jerman kini mengumpulkan tiga poin krusial dalam perjalanan mereka menuju babak knockout. Pertandingan berikutnya akan menentukan apakah Die Mannschaft benar-benar siap menantang hegemoni tim-tim favorit juara. Namun, satu hal pasti: berbicara tentang mentalitas dan karakter, Jerman sekali lagi membuktikan mengapa mereka pantas diperhitungkan di pentas Piala Dunia.