Argentina berpeluang besar memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 ketika menghadapi Austria di Metallurg Stadium, Minggu malam WIB. Sebagai juara bertahan yang memegang trofi dari edisi 2022 di Qatar, La Albiceleste datang dengan modal psikologis yang sangat kuat, terutama setelah pengalaman pahit di Copa America 2024 yang menunjukkan bahwa generasi emas mereka masih belum siap untuk turun tangan sepenuhnya dari panggung internasional.
Messi, kini berusia 38 tahun, menjalani fase karier yang berbeda dibandingkan dengan bertahun-tahun sebelumnya. Kapten timnas Argentina ini tidak lagi bermain dengan intensitas tinggi sepanjang 90 menit seperti ketika membela Barcelona atau Paris Saint-Germain. Namun, kemampuan analisis permainannya semakin tajam, dan insting golnya tetap tidak terbantahkan. Dalam 17 penampilan untuk Argentina sepanjang 2024-2025, Messi sukses mencetak 12 gol dan memberikan tujuh assist, sebuah kontribusi yang membuktikan bahwa ia masih menjadi pemain paling berbahaya di skuad asuhan Lionel Scaloni.
Dari perspektif Indonesia, pertandingan ini akan menarik perhatian khusus dari jutaan penggemar Messi yang tersebar di seluruh nusantara. Survei penggemar bola yang dilakukan oleh media olahraga lokal menunjukkan bahwa setidaknya 67 persen pendukung timnas Indonesia mengakui Messi sebagai pemain favorit mereka, jauh melampaui pemain-pemain lain seperti Cristiano Ronaldo atau Kylian Mbappe. Popularitas Messi di Indonesia tidak terlepas dari kesederhanaannya di luar lapangan yang sangat resonan dengan nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Austria, yang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah finish di posisi kedua Grup F kualifikasi Eropa, bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim yang ditangani oleh Rangnick ini memiliki tradisi bertahan yang sangat terorganisir dan berani untuk keluar dari zona nyaman mereka saat menghadapi tim-tim besar. Dalam dua pertemuan terakhir melawan Argentina di tahun 2024, Austria berhasil mencuri satu kemenangan melalui gol Marcel Sabitzer, sebuah bukti bahwa mereka memiliki senjata untuk mengancam pertahanan yang diperkuat Cristian Romero dan Nicolas Otamendi tersebut.
Dari sudut pandang taktis, pertandingan ini akan menjadi pertarungan antara gaya permainan possesion-based Argentina dengan sistem pressing tinggi yang diterapkan Austria. Statistik menunjukkan bahwa Argentina rata-rata menguasai bola sebanyak 62 persen dalam setiap pertandingan mereka di babak kualifikasi, sementara Austria mampu melakukan tekel interceptif sebanyak 18 kali per pertandingan, angka tertinggi kedua di antara tim-tim yang lolos ke Piala Dunia 2026. Pertarungan di lini tengah, di mana Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister akan berhadapan dengan duo Konrad Laimer dan Nicolas Seiwald, akan menjadi kunci penentu dominasi permainan.
Untuk petaruh yang mencari nilai di pasar FanDuel, beberapa opsi prop menarik layak dipertimbangkan. Messi anytime goalscorer memiliki odds yang relatif pendek mengingat performanya konsisten sepanjang karier internasionalnya dengan rata-rata gol setiap 94 menit permainan. Pilihan lain yang tidak kalah menarik adalah opsi Messi untuk memberikan assist, yang dibanderol dengan odds lebih tinggi mengingat kreativitasnya yang masih sangat tajam untuk membuka pertahanan lawan. Pertimbangkan juga total shots Messi ke gawang yang dipatok di angka 3,5, mengingat Austria biasanya memberikan celah untuk tembakan jarak jauh lawan karena kompak bertahan di area pertahanan mereka sendiri.
Peran pendukung di sekitar Messi akan sangat krusial dalam laga ini. Pemain-pemain seperti Julian Alvarez, yang musim ini mencatat 19 gol untuk Atletico Madrid, dan Alejandro Garnacho dari Manchester United harus siap mengambil inisiatif ketika pertahanan Austria menutup ruang untuk Messi beroperasi. Historinya menunjukkan bahwa ketika Messi dikelilingi oleh队友 yang mampu menarik perhatian bek lawan, jumlah ruang untuk号码 10 tersebut meningkat secara signifikan.
Melihat ke depan, pertandingan melawan Austria bisa menjadi langkah terakhir bagi Messi di babak grup jika Argentina sudah memastikan lolos sebelum laga terakhir. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana Scaloni membangun chemistry tim menjelang fase knockout yang akan datang. Peluang Argentina untuk mempertahankan gelar sangat bergantung pada kebugaran Messi dan konsistensi lini pertahanan mereka, mengingat offense yang dibangun di sekitar Messi, Lautaro Martinez, dan Nico Gonzalez sudah terlihat cukup solid dalam beberapa pertandingan terakhir.
Bagi penggemar Indonesia yang akan menyaksikan pertandingan ini melalui berbagai platform streaming yang tersedia, laga ini menawarkan kesempatan langka untuk melihat langsung bagaimana salah satu pemain terbaik sepanjang masa mengakhiri partisipasi di Piala Dunia. Apapun hasilnya, kehadiran Messi di lapangan Metallurg akan menjadi momen bersejarah yang akan dikenang oleh generasi penggemar bola Indonesia untuk waktu yang sangat lama.