Spanyol akhirnya menjawab semua keraguan dengan penampilan dominan saat menghadapi Arab Saudi di Atlanta, dalam matchday kedua Grup C. Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal menjadi aktor utama kemenangan La Roja, membawa tim asuhan Luis de la Fuente meraih tiga poin krusial setelah start mengecewakan di laga pembuka.
Kemenangan telak ini bukan sekadar tiga angka di klasemen. Bagi De la Fuente, hadiah ulang tahun ke-65-nya tiba dengan cara paling manis. Sang pelatih sempat menyatakan menginginkan jumper baru untuk hadiah spesial, namun para pemainnya memberikannya hadiah yang jauh lebih bermakna—kemenangan yang meredam kritik setelah nol gol dalam 97 menit kontra Cape Verde di pertemuan pertama.
Yamal, yang sudah dikonfirmasi fit untuk starting eleven, langsung menjawab semua kekhawatiran soal kondisinya. Pelangip muda Barcelona berusia 17 tahun itu tampil agresif dan kreator, menjadi ancaman permanen bagi lini belakang Arab Saudi sepanjang laga.
Gaya bermainnya yang menggabungkan kecepatan, kontrol bola, dan visi传球 luar biasa mendapat pujian tertinggi dari sang pelatih. De la Fuente tidak ragu membandingkan wonderkid asal Catalunia itu dengan dua jenius besar dalam sejarah seni dunia.
“Yang kami anggap luar biasa, bagi dia itu normal,” kata De la Fuente dalam konferensi pers pasca-pertandingan. “Lamine adalah jenius—seperti Salvador Dali atau Michelangelo. Namun saya tidak mau membandingkannya dengan Messi, Maradona, atau siapapun. Biarkan dia menulis sejarahnya sendiri.”
Kalimat itu mencerminkan pendekatan hati-hati federasi Spanyol terhadap Yamal, yang kini menjadi pemain termuda yang pernah mewakili Roja di turnamen besar. Usianya yang baru 17 tahun membuat banyak pihak khawatir terhadap beban mental dan fisik yang harus ditanggungnya, terutama setelah cedera yang dialaminya menjelang turnamen dimulai.
Di media sosial Indonesia sendiri, nama Yamal terus trending sejak pengundian grup. Para penggemar Indonesia yang terbiasa mengikuti La Liga melalui platform streaming dan media sosial menunjukkan antusiasme tinggi terhadap performa sang wonderkid. Tagar #LamineYamal bahkan pernah masuk daftar trending Twitter Indonesia selama tiga hari berturut-turut setelah penampilannya di Euro 2024.
Mikel Oyarzabal melengkapi performa impresif Yamal dengan gol dan assist penting. Pemain Real Sociedad itu tampil konsisten sebagai opsi serangan yang stabil di lini tengah, memberikan keseimbangan antara kreativitas dan finishing yang dibutuhkan Spanyol setelah tampil datar di laga pertama.
Statistik menunjukkan dominasi Spanyol secara keseluruhan. Mereka mencatatkan 14 percobaan tendangan sepanjang laga, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. possession ball mereka mencapai 68 persen, jauh melampaui Arab Saudi yang hanya mampu mengancam lewat serangan balik cepat di babak kedua.
Bagi timnas Indonesia, performa Spanyol ini menjadi bahan diskusi menarik di berbagai forum球迷. Banyak yang membandingkan trajectori pengembangan pemain muda di Spanyol melalui La Masia Barcelona dengan sistem di Indonesia, di mana regenerate pemain muda masih menjadi tantangan utama. Egy Maulana Vikri dan Marselino Ferdinan, yang saat ini bermain di Eropa, sering menjadi rujukan dalam debat tersebut.
Spanyol sendiri memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan talenta muda berkualitas. Bukan hanya Yamal, nama-nama seperti Pedri, Gavi, dan Nico Williams membuktikan bahwa sistem pelatihan di akademi Spanyol mampu menghasilkan pemain-pemain kelas dunia secara berkelanjutan.
kini bersiap menghadapi laga ketiga grup dengan momentum penuh kepercayaan diri. Kemenangan atas Arab Saudi terbukti menjadi obat mujarab untuk meredam tekanan pasca-laga pembuka yang mengecewakan. De la Fuente sepertinya tidak lagi memerlukan jumper baru—karena hadiah terbaik sudah terletak pada kebangkitan timnya.
Peluang lolos ke babak knockout semakin terbuka lebar bagi Spanyol. Dengan tiga poin dari kemenangan ini, mereka kini berhak menentukan nasib sendiri di laga terakhir. Jika Yamal dan rekan-rekannya mampu menjaga konsistensi, gelaran juara Eropa 2008 dan 2012 itu bukan mustahil untuk diulangi.